Minggu, 27 April 2008

Di pojok di depan kamar kosmu

Dipojok di dpan kamarmu ada sebuah sofa untuk menerima tamu kos. Dan malam ini aku telah duduk menunggumu pulang dari kuliah sore. Semut-semut merah sudah berubah menjadi hitam, dan teman-teman kosmu sudah berganti hilir mudik. Melihatku sekilas, seakan mereka tahu dan mengenal aku lewat curhatan mu kepada mereka.

Masih di kursi di pojok di depan kamarmu dan aku masih menunggumu. Ibu kosmu pun telah berbicara sejenak kepadaku. Sekedar basa-basi ketimuran menurutku. Dan ia kemudaian melanjutkan pekerjaan nya sebelumnya, membersihkan halaman depan kos mu yang telah penuh dengan sampah di malam hari ini. Di malam hari? Masa berkebun malam hari? Ternyata, ibu kosmu hanya berusaha mnyelidiki dan mengawasiku dengan sudut pandangan matanya.

Ponsel di tangan ku bergetar, menandakan ada telpon atau sms masuk. Aku berharap dari kamu...Tapi, ternyata bukan. Dari temanku yang lain yang menanyakan tentang tugas dari asisten untuk dikumpulkan besok.

Apkah musnah harapanku untuk bertemu denganmu malam ini di pojok di depan kamarmu?

Apakah kamu lupa dengan janji kita kemarin untuk bertemu di sini sepulang kamu dari praktek di lab. di kampusmu?

Sia-siakah aku mennunggumu malam ini di sini?

Semua pertanyaan berkecamuk di pikiranku dan selintas mengingat pertemuan kita kemari di kantin di selatan kampung ini.

Wajah mu masih teringat samar di pikiranmu. Kucoba menggambar di dalam otak ku yang agak buntu dengan hisapan beberapa batang rokok sembari menunggumu. Wajahmu hanya bayangan saja yang kuingat malah tugas menggambar dari asisten yang belum kuselesaikan karena aku terpaksa menyambung hidup dengan bekerja part time pada salah satu rental di pojok kampung ini karena kiriman dari orang tua ku yang hidup di pulau seberang hanya cukup untuk membiayai kertas-kertas dan fotocopy dari ruang kuliah.

Kembali ingin kuingat wajahmu dan sekarang mulai tampak menjadi nyata dan tersenyum kepadaku....

Kamu sudah datang kesini bidadariku....
Kamu sudah memenuhi janjimu untuk bertemu denganku di malam ini....

Setelah bertutur kata sejenak dan meminum air putih suguhanmu, sampailah pada momen yang kutunggu dari kemarin semmenjak hatiku bergemuruh cinta kepadamu.

Kupegang tangan kananmu, dan kubisikkan dengan lembut akan cintaku kepadamu...
Kulihat sinar cinta ada juga di mata mu dan engkau pun mengangguk pelan dan memeluk tubuhku....

oh indahnya malam ini.....
di pojok di depan kamar kos mu.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

kisah nyata ya...
romantis sekali...

masih berhubungan ga?