Rabu, 30 April 2008
WAITING FOR
Dan ini juga yang telah membebaniku beberapa hari....
Apa yang kulakukan sekarang?
Menunggu dan menunggu. Menunggu upload data, menunggu dirimu datang dan menunggu kontrak baru dan menunggu kontrak habis. Menunggu telepon dari bos siang ini yang mau gambarnya berubah....
Menunggu cairnya jasa perencanaan dari instansi pemerintah yang telah enam bulan ditunggak karena anggaran habis.....
Mengingat menunggu menjadi ingat dengan pekerjaan tiap malam minggu dulu,
menunggu sang kekasih dan puaan hati berdandan demiku. Menit dan menit berganti, level demi level game di hape kulewati namun wajahnya belum muncul dari balik pintu itu.
Menjadi membosankan juga kadang-kadang mengingat kejadian itu. Kaya ga ad kerjaan aja menunggu dan mencoreti dinding tembok dekat kos-kosanmu. Sampai coretan tandingan juga muncul di samping coretan ku disertai ancaman ..... Siapa takut.
Masih banyak data nya.... yang mau didownload.....
Kembali dalam kondisi menunggu tadi ternyata bisa juga menjadi suatu saat perenungan dan mencari ide. Kadang-kadang ide desain arsitek dan tugas-tugas kuliah datang pada saat menunggu dan tiba-tiba bling.....
Konsep dan ide tadi muncul dan segera kucatat dalam kertas dan siapa tau nanti bisa kukembangkan dalam proyek-proyek yang akan datang.....
Ide-ide cerita juga bisa muncul di saat proses menunggu itu... Ada beberapa cerita yang masih menggunung di laptopku tapi belum berhasil dikembangkan. Mungkin belum ketemu saat yang tepat kali.
ah jadi teringat dengan tugas-tugas.... ha haaa
yang banyak belum selesai karena lagi mengembangkan bisnis dan jaringan...
kembali ke saat menunggu seperti sekarang lebih baik menulis di blog ini dengan sekedarnya dan seenak perut dan udel agar lebih enak gitu.
Bagaimana cara agar menunggu tidak membosankan:
1. bawa bacaan agar bisa dibaca tp lihat situasi dan kondisi jgn sampe dikira kuper
2. bawa camilan agar bisa menahan lapar sambil menunggu tapi jangan bawa sama magic jar juga ya...
3. bawa hp yang ada games nya... biar bisa bikin high score di hape kita
4. bawa kertas atau buku untuk dicoret2 daripada nyoret tembok orang
5. bawa kamera atau hap yang ada kameranya biar bisa moto-moto siapa tau bisa jadi photografer andal
6. bawa laptop yang baterenya full, siapa tau bisa menunggu sampai 3 jam
7. bawa oleh-oleh, sipa tau bisa sambil dimakan juga
8. otak atik motor atau kendaraan yang dibawa, ati-ati disangka maling
9. membaca koran di tetangga siapa tau bisa nambah pacar
10. telpon teman atau dosen atau bos biar terlihat keren tap dengan hap yang bagus dan pulsa yang memadai
11. bawa rokok, bagi yang perokok kalo ga ada beli di warung yang sebelah biar jangan dikira patung kalo menunggu diam saja. Tapi bisa juga masuk museum... heheee.
12. bawa tas, siapa tau ada mangga di halaman yang bisa jadi oleh-oleh dibawa ke rumah
13. bawa teman lain tapi jangan sejenis dengan teman atau pacar yang kita temui bisa barabe nantinya he heee....
Senin, 28 April 2008
Menggerutu..................
Ini merupakan kisah unik dan juga mendalam ketika saya mengalaminya. Sifat penggerutu bisa saja menjadi rasa yang menjengkelkan bagi orang yang mendengarnya. Tetapi bila anda menggerutu terus ditanggapi negatif, bagaimana?
Saya ketika itu menyampaikan ke teman saya, saya capek tadi pergi ke lokasi proyek tidak mendapatkan kemajuan laporan karena tim pelaksana lagi tidak di tempat. Kemudian saya sampaikan lokasi yang jauh telah mengakibatkan saya banyak mengeluarkan uang untuk perawatan kendaraan. Tanggapan teman saya, bagaimana? Dia bilang dalam bahasa Jawa yang saya belum tahu artinya kemudian saya bertanya lagi apa? Dia bilang saya kurang bersyukur. Saya terkejut, terus terang bukan tanggapan ini yang saya harapkan darinya. Saya pikir dia juga bilang sama, aku juga. Tapi tanggapan seperti itu… Terus terang usia dia jauh lebih tua dari saya, tetapi saya ras dia kurang mengerti maksud saya. Sampai sekarang saya sudah malas untuk bertanya-tanya tentang apa saja kepada teman saya tadi. Bukannya jengkel karena masalah itu.
Tetapi, mungkin saya takut dianggap penggerutu. Lebih baik saya pikirkan masalah saya saja. Daripada ngomong ke dia dan ternyata saya tahu dia tidak percaya kepada saya, banyak masalah di pekerjaan yang bisa dia cerita ke saya malah didiamkannya. He he. Ternyata saya selama ini dianggap kurang bisa menjadi teman bagi dia. Ya sudah, ada pengalaman yang berarti yang saya dapatkan dari kritikannya. Yaitu, kita mesti bersyukur walaupun berada dalam kondisi yang tidak kita inginkan. Saya pun menjadi diingatkan akan pesannya itu kepada teman yang telah membantu saya mendapatkan pekerjaan.
Sekarang sore ini 2 Oktober 2007, teman saya yang tidak mau mendengar gerutuan saya telp. Dia tidak mau lokasi proyeknya yang dikunjungi. Dia bagaikan kebakaran jenggot. Saya tahu maksudnya, tetapi lebih baik sekarang tidak blak-blakan saja. Diam itu emas.
Besok kalau saya tidak ketemu dengan mereka sesuai dengan kesepakatan saya berangkat langsung. Buat apa saya pikirkan, wong pikiran saya saja terhadap masalah yang saya hadapi sangat banyak. Lebih baik, diam saja dan mengiakannya.
Lagipula daripada berdebat saya menyenangkan dia saja. Kalau orang lagi berbicara mereka mau didengarkan bukan. Sedangkan ketika kita berbicara semua ingin mendengarkan. Lebih baik diam dan mendengarkan. Toh urusannya jadi cepat dan lebih cepat pula saya melakukan urusan saya selepas dia menelpon saya. Bukankah begitu???
Virus Lemorai
Nyebelen banget??
Bikin ga bisa kerja......
Ga bisa ngapa-ngapain
Mudah2an ntar malam sudah bisa lagi....
Minggu, 27 April 2008
TIKUNGAN MAUT.....
Mengingat perjalanan, jadi teringat dengan perjalanan ku sebagai konsultan arsitektur yang menempuh perjalanan cukup jauh untuk ke lokasi pekerjaan. Di tengah perjalanan ad beberapa kali aku menolong orang yang terjatuh dari kendaraan dan terluka akibat kecelakaan.
Mengapa aku menolongnya? Kan lebih mudah untuk tetap melaju dan tidak peduli. Tetapi kadang perasaan kita, melihat tetesan darah di jalan menjadi terenyuh dan teriris seakan kita yang mengalami kecelakaaan itu.
Dan aku juga tidak berharap kecelakaan terjadi padaku atau siapa saja. Kita berharap agar selaalu dijaga oleh lindungan-Nya. Benar, bukan?
Kisah ini juga cukup lucu dan membuatku terenyuh karena kejadian tepat di depanku...
Aku yang mau pulang ke rumah di perbukitab yang banyak tikungannya terhalang oleh sebuah truk yang melaju agak pelan karena membawa banyak muatan. Di belakang ku ada pengendara motor yang berboncengan dan agak ugal-ugalan menurutku. Dia menyalip beberapa kendaraan di belakang ku yan juga cukup lambat jalannya....
Ketika menuju tikungan yang seingatku cukup tajam ( karena sering melewatinya jadi hapal ), dia menyalipku dan truk di depanku...
Pandangan yang terbata sterhalang truk tidak mengurungkanniat mereka menyalip truk tersebut.
Dan brakkk..... kecelakaan pun terjadi. Ternyata di depan ada motor juga yang melaju kencang dan terjadi tabrajkan kedua motor tersebut.
Aku tersentak dan menepikakn kendaraan ku, menolong korban kecelakaan.
Salah satu korban yang ditabrak, dan berdarah dan agak marah kepada pengemudi motor yang menyalip ugal-ugalan itu bergumam damn memarahi penabaraknya.....
"Knapa di tikungan nyalip juga", serunya dengan marah.
Lucunya jawaban penabrak adalah, " Biar keren mas, seperti Rossi," katanya dengan agak malu-malu.
Mereka pikir di jalan sama dengan sirkuit apa yang tidak ada resiko tabrakan adu kambing?
WHen Rainy Day
rintik dan air menjadi satu
suara menjadi gaduh
di atas atap sengku
Ketika hujan turun
aku dan kamu menjadi satu
saling mengaduh
melihat mu kalah dua satu
Ketika hujan turun
aku teringat sesuatu
dan mengaduh
di jemuran ada selimut satu
ketika hujan turun
aku mengingat kamu
dan aduh......
masih ada utangmu satu
ketika hujan turun
aku menjadi rajamu
dan sayang....
kamu menjadi ratu...
Di pojok di depan kamar kosmu
Masih di kursi di pojok di depan kamarmu dan aku masih menunggumu. Ibu kosmu pun telah berbicara sejenak kepadaku. Sekedar basa-basi ketimuran menurutku. Dan ia kemudaian melanjutkan pekerjaan nya sebelumnya, membersihkan halaman depan kos mu yang telah penuh dengan sampah di malam hari ini. Di malam hari? Masa berkebun malam hari? Ternyata, ibu kosmu hanya berusaha mnyelidiki dan mengawasiku dengan sudut pandangan matanya.
Ponsel di tangan ku bergetar, menandakan ada telpon atau sms masuk. Aku berharap dari kamu...Tapi, ternyata bukan. Dari temanku yang lain yang menanyakan tentang tugas dari asisten untuk dikumpulkan besok.
Apkah musnah harapanku untuk bertemu denganmu malam ini di pojok di depan kamarmu?
Apakah kamu lupa dengan janji kita kemarin untuk bertemu di sini sepulang kamu dari praktek di lab. di kampusmu?
Sia-siakah aku mennunggumu malam ini di sini?
Semua pertanyaan berkecamuk di pikiranku dan selintas mengingat pertemuan kita kemari di kantin di selatan kampung ini.
Wajah mu masih teringat samar di pikiranmu. Kucoba menggambar di dalam otak ku yang agak buntu dengan hisapan beberapa batang rokok sembari menunggumu. Wajahmu hanya bayangan saja yang kuingat malah tugas menggambar dari asisten yang belum kuselesaikan karena aku terpaksa menyambung hidup dengan bekerja part time pada salah satu rental di pojok kampung ini karena kiriman dari orang tua ku yang hidup di pulau seberang hanya cukup untuk membiayai kertas-kertas dan fotocopy dari ruang kuliah.
Kembali ingin kuingat wajahmu dan sekarang mulai tampak menjadi nyata dan tersenyum kepadaku....
Kamu sudah datang kesini bidadariku....
Kamu sudah memenuhi janjimu untuk bertemu denganku di malam ini....
Setelah bertutur kata sejenak dan meminum air putih suguhanmu, sampailah pada momen yang kutunggu dari kemarin semmenjak hatiku bergemuruh cinta kepadamu.
Kupegang tangan kananmu, dan kubisikkan dengan lembut akan cintaku kepadamu...
Kulihat sinar cinta ada juga di mata mu dan engkau pun mengangguk pelan dan memeluk tubuhku....
oh indahnya malam ini.....
di pojok di depan kamar kos mu.

